Posts Tagged Liga Indonesia

All Sumatera Final Liga Djarum Indonesia

Liga Djarum Indonesia (LDI) masih menyisakan pertandingan final, yang menurut rencana akan berlangsung Sabtu, 9 Februari 2008 di Stadion Gelora Bung Karno. Dua kandidat juara yang akan bertanding yaitu PSMS Medan dan Sriwijaya FC Palembang. Kedua tim merupakan wakil dari pulau Sumatera.

PSMS Medan berhasil maju ke babak final seteleh menang 5-4 dari Persipura Jayapura melalui adu pinalti. Sementara Sriwijaya FC maju ke final setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan SFC ini tercipta lewat kaki Keith Kayamba Gumbs di menit ke-19 babak pertama.

Kita tunggu pertandingan final kedua tim yang sama-sama ‘merantau’ ke pulau seberang. Keep Fair Play dan Bravo for Sriwijaya FC. -tyn-

Comments (9)

Babak Lain Kerusuhan Arema-Persiwa

Kerusuhan yang terjadi dalam pertandingan grup A babak Delapan Besar Liga Djarum Indonsia XIII tahun 2007 antara Arema Malang melawan Persiwa Wamena masih menyisakan sisa waktu pertandingan 19 menit, yang menurut rencana akan dilaksanakan pada 21 Januari nanti di Deltras Sidoarjo, tanpa penonton.

Catatan lainnya, Komisi Disiplin telah mengambil keputusan menghukum kelompok suporter Arema Malang dengan julukan Aremania ini, tidak boleh memasuki stadion di seluruh Indonesia dalam semua pertandingan resmi PSSI selama tiga tahun. Hukuman ini berlaku efektif sejak Kamis (17/1).

Klub Arema Malang juga dikenai denda oleh Komdis sebesar Rp25 juta. Panitia pelaksana (panpel) yang terdiri atas Badan Liga Indonesia (BLI) dan panpel lokal juga dikenai hukuman denda sebesar Rp50 juta. Kediri akhirnya ditetapkan tidak layak lagi menjadi tempat pelaksanaan babak delapan besar Liga Indonesia 2007.

Komdis juga memberikan hukuman kepada salah seorang pemain Arema Malang Alex Pulalo dengan dua kali larangan memperkuat timnya karena terbukti melakukan pemukulan terhadap salah seorang pemain Persiwa di bangku cadangan.

Inilah gambaran persepakbolaan di negeri kita. Untuk prestasi kita masih kalah dengan negara-negara sekawasan. Dengan perbandingan jumlah penduduk yana begitu melimpah ruah, sulit bagi kita memilih segelintir orang Indonesia dilatih menjadi pemain kualitas dunia.

Namun demikian, sekurang-kurangnya, rakyat Indonesia memiliki hiburan melalui pertandingan sepak bola ini. Hiburan yang mengingatkan saya dengan anekdot ‘sepakbola ria’ versi tabloid BOLA. -tyn-

Tinggalkan sebuah Komentar