Kedelai Diekspor Pengusaha Tahu Tempe Tekepor

Akhir-akhir ini kita disuguhi berita tentang merangkak naiknya harga kedelai sebagai bahan pokok pembuatan tahu dan tempe. Harga yang biasanya berkisar antara Rp 2.700 hingga Rp 3.000 melonjak hingga mencapai kisaran rp 7.200 bahkan di beberapa tempat mencapai Rp 8.000 per kg. Para pengusaha tahu dan tempe pun mengalami kerugian dan terancam gulung tikar.

Menurut berita yang ada, kenaikan ini terjadi karena harga kedelai di pasar internasional naik drastis, sehingga mempengaruhi harga pasarabn lokal. Hal ini dimaklumi karena sekitar 70% kedelai kita impor dari luar.

Kenyataan ini menambah daftar hasil pertanian yang bergantung dari luar, selain beras, terigu, dan jagung. Negara yang dahulu sekali pernah mendapat sebutan negara agraris, dengan lahan yang subur dan luas. Bahkan tongkat pun ditanam bisa tumbuh, bunyi syair sebuah lagu.

Kondisi ini hendaklah dicermati oleh pemerintah terkait yang mesti sikap mengatasinya. Toh kita hanya rakyat yang suara kita tak mungkin sampe ke sono.

Selama ini pak Petani sering terabaikan. Regulasi pemerintah seakan melupakan mereka. Bahkan terkadang harga pembelian bibit melebihi harga penjualan panen yang menyebabkan mereka merugi.

Just wait, apakah ada kerelaan dari pemerintah terkait untuk menengok kembali kepada pak Petani yang berperan penting dalam ketahanan pangan ini. -tyn-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: